Jumat, 01 Februari 2013

Pengantar Menulis Skripsi


          
          Menulis karya ilmiah merupakan salah satu karakteristik dunia pendidikan tinggi, baik bagi dosen maupun bagi mahasiswa. Wujud karya ilmiah itu bisa bermacam-macam, mulai dari artikel (untuk jurnal, buku, prosiding), makalah (untuk berbagai pertemuan ilmiah, seperti simposium, konvensi, kongres ilmu pengetahuan), laporan hasil penelitian, sampai dengan karya ilmiah untuk memperoleh gelar, yakni skripsi (untuk S1), tesis (untuk S2), dan disertasi (S3).
            Bagi mahasiswa, ketiga jenis karya ilmiah tersebut harus diawali dengan penelitian. Artinya, ketiganya merupakan laporan hasil penelitian. Penelitian ini sebenarnya memerlukan perencanaan matang dan dalam rentang waktu yang relatif panjang, bukan sekadar hitungan hari dan minggu, melainkan bulan dan bahkan tahun. Untuk mahasiswa S1 perencanaan “kasar” itu selayaknya dilakukan segera setelah berstatus sebagai mahasiswa. Menurut hemat saya, selambat-lambatnya pada akhir semester 4 selayaknya mahasiswa sudah mulai membuat rencana penelitian dengan membangun minat terhadap topik tertentu di bawah payung sebuah matakuliah.
          Penelitian diawali dengan niat yang sangat mungkin berawal dari ketertarikan dan ketertarikan berhubungan dengan apa yang disenangi. Niat itu harus ditulis. Tulisan singkat dan sederhana itu memotivasi Anda untuk berpikir dan memikirkannya. Tindak lanjutnya ialah membaca dan membaca, memburu sumber bacaan, skripsi dan sumber di internet, mendokumentasikan apa yang dibaca dengan sistem kartu. Peneliti disarankan untuk menyiapkan segala instrumen penelitian dengan baik dan mengujicobakannya. Survei awal disarankan untuk dilaksanakan agar penelitian sedikit banyak mengetahui kondisi lapangan, objek atau subjek penelitiannya. Semoga Anda dapat mengembangkannya.
 
    Sumber: Sumarsono. 2011. “Seluk Beluk Penelitian untuk Skripsi”.  Disajikan bagi Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Kanjuruhan Malang, 19 Desember 2011.