Menulis karya ilmiah merupakan salah satu karakteristik dunia pendidikan
tinggi, baik bagi dosen maupun bagi mahasiswa. Wujud karya ilmiah itu bisa
bermacam-macam, mulai dari artikel (untuk jurnal, buku, prosiding), makalah
(untuk berbagai pertemuan ilmiah, seperti simposium, konvensi, kongres ilmu
pengetahuan), laporan hasil penelitian, sampai dengan karya ilmiah untuk
memperoleh gelar, yakni skripsi (untuk S1), tesis (untuk S2), dan disertasi
(S3).
Bagi mahasiswa, ketiga jenis karya ilmiah tersebut harus diawali dengan
penelitian. Artinya, ketiganya merupakan laporan hasil penelitian. Penelitian
ini sebenarnya memerlukan perencanaan matang dan dalam rentang waktu yang
relatif panjang, bukan sekadar hitungan hari dan minggu, melainkan bulan dan
bahkan tahun. Untuk mahasiswa S1 perencanaan “kasar” itu selayaknya dilakukan
segera setelah berstatus sebagai mahasiswa. Menurut hemat saya,
selambat-lambatnya pada akhir semester 4 selayaknya mahasiswa sudah mulai
membuat rencana penelitian dengan membangun minat terhadap topik tertentu di
bawah payung sebuah matakuliah.
Penelitian diawali dengan niat yang sangat mungkin berawal dari ketertarikan
dan ketertarikan berhubungan dengan apa yang disenangi. Niat itu harus ditulis.
Tulisan singkat dan sederhana itu memotivasi Anda untuk berpikir dan
memikirkannya. Tindak lanjutnya ialah membaca dan membaca, memburu sumber bacaan,
skripsi dan sumber di internet, mendokumentasikan apa yang dibaca dengan sistem
kartu. Peneliti disarankan untuk menyiapkan segala instrumen penelitian dengan
baik dan mengujicobakannya. Survei awal disarankan untuk dilaksanakan agar
penelitian sedikit banyak mengetahui kondisi lapangan, objek atau subjek
penelitiannya. Semoga Anda dapat mengembangkannya.
Sumber:
Sumarsono. 2011. “Seluk Beluk Penelitian untuk Skripsi”. Disajikan bagi Mahasiswa Program
Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Kanjuruhan Malang, 19
Desember 2011.
.jpg)